Minggu, 13/3/11, tim dari FFI, IOF, Ranger dan AirPutih mencoba menembus jalur darat menuju Desa Blang Pandak. Desa Blang Pandak adalah salah satu desa yang terisolir akibat banjir. Dikabarkan desa tersebut belum tersentuh bantuan sama sekali dan belum ada keterangan mengenai kondisi jalur darat secara detail, karena memang belum pernah ada tim yang melakukan distribusi ke Desa Blang Pandak. Oleh karena itu tim sepakat untuk mencoba melakukan distribusi bantuan dengan dukungan dari kawan-kawan off roader dari IOF Komda Aceh dan Komcab Aceh Barat. Berdasarkan hasil rapat, IOF akan mencoba menembus sejauh mungkin titik terakhir yang bisa dilewati oleh kendaraan spesial mereka.
Pukul 9:50 tim berangkat dengan kekuatan 21 personel dan 10 unit mobil off road. Sungguh sayang, karena medan yang sangat berat (lumpur dengan ketebalan 1m) dan putusnya jalan akibat gerusan air menyebabkan mobil-mobil dari IOF terpaksa berhenti di Rantau Panyang I -masih 12 km dari sasaran- bahkan salah satu mobil sempat tersangkut selama hampir 1 jam sebelum akhirnya berhasil dikeluarkan dengan bantuan alat berat.
Dari titik terakhir pemberhentian, Tim Ranger, FFI dan AirPutih melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju ke lokasi sasaran (Blang Pandak). Logistik bantuan sengaja di packing dalam karier agar lebih mudah dalam melakukan perjalanan. 150 kg beras, 18 kardus mie instan, 7 kardus air mineral, biskuit, kopi, ikan asin, susu, minyak goreng, telur dan masih banyak lagi, tertata dengan rapi dalam 8 karier.
Selepas dari Rantau Panyang I, tim mendapati bahwa medan yang dilalui memang benar-benar berat. Genangan lumpur setinggi lutut orang dewasa menjadi kawan akrab di sepanjang jalan, belum lagi longsoran batu-batu dan pohon-pohon tumbang yang menutup jalan, mustahil untuk dilalui kendaraan roda dua sekalipun. Kondisi jalan yang parah tersebut banyak kita temui terutama di rute Rantau Panyang I menuju Rantau Panyang II sepanjang kurang lebih 5 km. Hal yang wajar karena kedua desa ini merupakan desa yang masuk dalam kategori desa yang terparah mengalami kerusakan akibat banjir.
Dua jam perjalanan, tim tiba di Desa Rantau Panyang II. Setelah sejenak melepas lelah, tim kembali melanjutkan perjalanan menuju Desa Blang Pandak. Jalur Rantau Panyang II menuju Blang Pandak masih banyak ditemui rintangan, walaupun tidak separah medan sebelumnya. Masih banyak ruas-ruas jalan yang tertutup total oleh longsoran batu dan pohon yang terkadang membuat tim harus berjalan memutari jalan yang tertutup tersebut.
Pukul 15:00 WIB, tim berhasil sampai di meunasah Blang Pandak Dusun Simpang Kanan. Diwakili Ketua Tim Ranger, Bang Syaifuddin, seluruh bantuan logistik diserah terimakan kepada Imeum Meunasah sebagai perwakilan masyarakat Dusun Simpang Kanan.
Berdasarkan pengamatan tim, tidak terdapat kerusakan di Desa Blang Pandak. Saat ini masyarakat di Blang Pandak masih dapat bertahan, namun dikhawatirkan apabila jalur menuju desa ini tak segera dibersihkan, maka suplai kebutuhan sehari-hari akan menjadi permasalahan serius. Tidak terlihat satu kedaipun yang buka, sepertinya masyarakat lebih memilih mengamankan stok mereka untuk kebutuhan sendiri. Kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilalui oleh kendaraan, telah dilaporkan tim kepada BPBA, sehingga diputuskan untuk Blang Pandak suplai akan terus dilakukan melalui udara secara periodik.
Selesai menyalurkan logistik bantuan, pukul 15:45 tim memutuskan untuk langsung kembali ke Rantang Panyang I, mengingat masih sering terjadi hujan di sekitar area bencana pada sore menjelang malam. Sungguh akan menjadi perjalanan yang sangat sulit apabila tim sampai terjebak hujan di perjalanan pulang. Untung saja sampai dengan Rantau Panyang I, mendung yang menggelayut sepanjang perjalanan tidak berubah menjadi hujan.
Ditulis oleh : Okta Setiawan - Koordinator AirPutih Regional Aceh
Pukul 9:50 tim berangkat dengan kekuatan 21 personel dan 10 unit mobil off road. Sungguh sayang, karena medan yang sangat berat (lumpur dengan ketebalan 1m) dan putusnya jalan akibat gerusan air menyebabkan mobil-mobil dari IOF terpaksa berhenti di Rantau Panyang I -masih 12 km dari sasaran- bahkan salah satu mobil sempat tersangkut selama hampir 1 jam sebelum akhirnya berhasil dikeluarkan dengan bantuan alat berat.
Dari titik terakhir pemberhentian, Tim Ranger, FFI dan AirPutih melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju ke lokasi sasaran (Blang Pandak). Logistik bantuan sengaja di packing dalam karier agar lebih mudah dalam melakukan perjalanan. 150 kg beras, 18 kardus mie instan, 7 kardus air mineral, biskuit, kopi, ikan asin, susu, minyak goreng, telur dan masih banyak lagi, tertata dengan rapi dalam 8 karier.
Selepas dari Rantau Panyang I, tim mendapati bahwa medan yang dilalui memang benar-benar berat. Genangan lumpur setinggi lutut orang dewasa menjadi kawan akrab di sepanjang jalan, belum lagi longsoran batu-batu dan pohon-pohon tumbang yang menutup jalan, mustahil untuk dilalui kendaraan roda dua sekalipun. Kondisi jalan yang parah tersebut banyak kita temui terutama di rute Rantau Panyang I menuju Rantau Panyang II sepanjang kurang lebih 5 km. Hal yang wajar karena kedua desa ini merupakan desa yang masuk dalam kategori desa yang terparah mengalami kerusakan akibat banjir.
Dua jam perjalanan, tim tiba di Desa Rantau Panyang II. Setelah sejenak melepas lelah, tim kembali melanjutkan perjalanan menuju Desa Blang Pandak. Jalur Rantau Panyang II menuju Blang Pandak masih banyak ditemui rintangan, walaupun tidak separah medan sebelumnya. Masih banyak ruas-ruas jalan yang tertutup total oleh longsoran batu dan pohon yang terkadang membuat tim harus berjalan memutari jalan yang tertutup tersebut.
Pukul 15:00 WIB, tim berhasil sampai di meunasah Blang Pandak Dusun Simpang Kanan. Diwakili Ketua Tim Ranger, Bang Syaifuddin, seluruh bantuan logistik diserah terimakan kepada Imeum Meunasah sebagai perwakilan masyarakat Dusun Simpang Kanan.
Berdasarkan pengamatan tim, tidak terdapat kerusakan di Desa Blang Pandak. Saat ini masyarakat di Blang Pandak masih dapat bertahan, namun dikhawatirkan apabila jalur menuju desa ini tak segera dibersihkan, maka suplai kebutuhan sehari-hari akan menjadi permasalahan serius. Tidak terlihat satu kedaipun yang buka, sepertinya masyarakat lebih memilih mengamankan stok mereka untuk kebutuhan sendiri. Kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilalui oleh kendaraan, telah dilaporkan tim kepada BPBA, sehingga diputuskan untuk Blang Pandak suplai akan terus dilakukan melalui udara secara periodik.
Selesai menyalurkan logistik bantuan, pukul 15:45 tim memutuskan untuk langsung kembali ke Rantang Panyang I, mengingat masih sering terjadi hujan di sekitar area bencana pada sore menjelang malam. Sungguh akan menjadi perjalanan yang sangat sulit apabila tim sampai terjebak hujan di perjalanan pulang. Untung saja sampai dengan Rantau Panyang I, mendung yang menggelayut sepanjang perjalanan tidak berubah menjadi hujan.
Ditulis oleh : Okta Setiawan - Koordinator AirPutih Regional Aceh
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *
