Search

Klarifikasi UN dan PMI terhadap pemberitaan media mengenai pemukulan warga di KM 37 Pagai Selatan

Sehubungan dengan berita yang beredar di sejumlah media bertajuk "Pengungsi Mentawai Serang Posko PMI", sebagai pihak yang melakukan komunikasi dan koordinasi dengan teman-teman PMI serta ikut mendampingi teman-teman PMI dalam menginformasikan peristiwa tersebut kepada unsur pemerintahan terkait, saya merasa perlu meluruskan beberapa hal.

Pertama, bahwa memang ada isu yang beredar di masyarakat yang menyebutkan adanya tindak penculikan dan pengambilan organ tubuh. Isu ini disana-sini kemudian menyebutkan oknum pelaku mengenakan atribut mirip atribut relawan PMI.

Kedua, benar bahwa pada malam hari tanggal 12 Desember sejumlah warga pengungsi mendatangi Posko PMI di KM37 dikarenakan adanya issue bahwa ada orang beratribut PMI yang gerak-geriknya mencurigakan berada di sekitar lokasi pengungsian KM37.

Ketiga, bahwa jumlah warga yang datang ke Posko PMI pada malam hari tanggal 12 Desember 2010 berjumlah tidak lebih dari 30 orang dan berasal dari dusun Purorogat dan Asahan di KM37; oleh karenanya berita yang menyebutkan "ribuan pengungsi dari Kecamatan Pagai Selatan serang Posko PMI" adalah tidak benar dan menyiratkan seolah-olah pengungsi dari camp pengungsian di lokasi lain ikut mendatangi Posko PMI

Keempat, bahwa meskipun pada awalnya emosi masssa cukup tinggi, namun teman-teman PMI di Posko KM37 dapat menenangkan situasi dan mengklarifikasi isu yang beredar. Massa kemudian meninggalkan posko dan tidak pernah terjadi "penyerangan" sehingga judul berita "pengungsi mentawai serang posko PMI" adalah tidak benar dan sangat menyesatkan. Koordinator Posko PMI juga meyebutkan bahwa massa tidak melakukan tindak kekerasan, dan oleh karenanya informasi yang menuliskan "sejumlah relawan menderita luka lebam" adalah juga tidak benar.

Kelima, relawan PMI pada tanggal 13 Desember 2010 telah melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak keamanan (TNI dan POLRI). Informasi terakhir dari PMI adalah bahwa unsur kepolisian (Kapolsek) telah mengunjungi posko PMI dan camp pengungsi untuk membantu menjernihkan keadaan.

Perlu ditambahkan pula bahwa kondisi di Pagai Selatan tidaklah "mencekam" seperti diberitakan, sejumlah organisasi kemanusiaan masih melanjutkan kegiatan bantuan seperti pelayanan air bersih dan distribusi makanan ke berbagai lokasi pengungsian--termasuk ke titik KM37 hingga hari ini (15 Desember 2010)

Diharapkan dikemudian hari rekan-rekan media dapat mengklarifikasi sumber beritanya serta melakukan cross-checking terlebih dahulu untuk menghidarkan beredarnya informasi yang tidak akurat yang malah berpotensi memperkeruh suasana dan membingungkan masyarakat.

Terima Kasih.

Andreas Saragih
Early Recovery Network
District Coordination Asssitant Office of the United Nations Resident Coordinator/Humanitarian Coordinator (UNRC-HC)

Di bawah ini berkas dari PMI
Air Putih

Air Putih

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Your experience on this site will be improved by allowing cookies Cookie Policy