Minggu, 9 Januari 2005, 18:40 WIB --
Indonesia, Perlu Lebih Mendalami Ilmu "Disaster Management" & Menentukan Strategi Aplikasi "The Safer Future"
Penulis: Drs. Sarwedi Oemarmadi Msi.
Konsultan Manajemen Stratejik & Pengamat Kebijakan Publik
Tilp : (021) 7650760 & (081) 6922861
Email : [email protected]
Download versi lengkap 53 halaman .doc disini
Indonesia, Perlu Lebih Mendalami Ilmu "Disaster Management" & Menentukan Strategi Aplikasi "The Safer Future"
"Masyarakat di Kota Sabang pada hari Minggu Naas justru terheran-heran melihat air laut yang menyusut dengan cepat dari bibir pantai sesaat setelah gempa dengan skala besar berlangsung. Melihat fenomena awal dari bencana tsunami, mereka malahan mendekati pantai menonton atraksi alam dan bukannya lari mencari tempat yang lebih tinggi menjauhi bibir pantai. Sehingga tanpa disadari mereka menjemput ombak yang kemudian bergulung-gulung menelan kehidupan mereka seketika. Fakta semacam ini sebenarnya dapat dihindari apabila masyarakat pernah menerima awareness campaign atau knowledge tentang bahaya bencana alam yang akrab dengan kehidupan mereka, jauh-jauh hari sebelum bencana terjadi."
Pendahuluan
Fenomena Bencana atau Disaster adalah suatu peristiwa yang dapat disebabkan oleh alam atau karena ulah manusia, yang pada umumnya terjadi secara sangat mendadak, dan dapat menimbulkan dampak yang relatif merugikan. Sehingga masyarakat yang mengalami dan terkena bencana, perlu melakukan tindakan untuk menghadapinya dan menanggulanginya. Upaya tersebut dikenal dengan istilah Penanggulangan atau Penanganan Bencana atau Disaster Management, yang merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara terus menerus yang meliputi sebelum, pada saat dan setelah bencana terjadi.
Pada akhirnya keseluruhan praktek dan pengetahuan yang berhubungan dengan Disaster Management atau Manajemen Penanggulangan Bencana, kemudian berkembang menjadi suatu disiplin ilmu dan telah diakui secara universal sebagai suatu cabang ilmu yang berdiri sendiri. Definisi dari Disaster Management dapat diuraikan sebagai berikut: Disaster Management is an applied science which seeks, by the systematic observation and analysis of disasters, to improve measures relating to prevention, mitigation, preparedness, emergency response and recovery as shown by the Disaster Management Cycle. Sementara itu Prof. Marshall L. Silver, UNDP disaster Mitigation and Management Expert dalam Paper yang berjudul "International Best Practices in Disaster Mitigation and Management Recommended for Mongolia", December 2001, mengemukakan pengertian Disaster Management seperti tersebut dibawah ini. "An applied science that seeks by systematic observation and analysis of disasters to improve measures relating to prevention, mitigation, preparedness, emergency response and recovery".
Sebagai suatu bentuk ilmu terapan, Disaster Management berkembang melalui kegiatan-kegiatan penelitian, observasi dan analisis yang sistematis terhadap sifat, karakteristik dan perilaku bencana. Serta berupaya untuk meningkatkan ukuran dan metodologi yang berkaitan dengan upaya pencegahan, mitigasi, persiapan, tanggap darurat dan pemulihan kembali keadaan. Dengan demikian, aplikasi dari Manajemen Bencana Alam, sebagai salah satu fungsi pelayanan publik adalah proses kegiatan yang harus dimiliki oleh setiap negara dalam rangka memberikan perlindungan yang maksimal kepada setiap warga negaranya.
Dalam rangka penerapan Disaster Management, perlu kiranya menetapkan pola dari siklus penanggulangan bencana yang berlaku secara umum, guna memudahkan untuk dilakukannya upaya perumusan analisis dari persepsi dan sudut pandang yang sama. Sebagaimana diketahui bahwa The Disaster Cycle adalah suatu wacana visual untuk memperlihatkan kegiatan-kegiatan yang berbeda, dalam melakukan usaha penanggulangan bencana mulai dari sebelum, pada saat dan sesudah terjadinya bencana yang disebabkan oleh alam maupun karena ulah manusia. Skema 1 dibawah ini telah dapat menggambarkan secara jelas Siklus Manajemen Bencana yang dimulai dari Tahap Kesiap Siagaan, Tanggap Darurat sampai dengan Pemulihan Pasca Bencana (Bakornas PBP; Sistim Informasi Penanggulangan Bencana, 2000) .
Fenomena Bencana Alam yang pernah terjadi dari waktu ke waktu didunia, dapat berbentuk Gempa bumi, tanah longsor, gelombang pasang tsunami, taifun, gunung meletus, banjir bandang adalah contoh bencana alam yang sering terjadi dimuka bumi ini. Akibat dari bencana alam seperti diuraikan dibawah ini memperlihatkan betapa besarnya kerugian yang pernah diderita oleh umat manusia diseluruh dunia, yang disebabkan oleh berbagai macam bentuk bencana alam.
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *
